Dr. Carl Truesdale memberikan penjelasan terbuka tentang penuaan wajah, mulai dari apa yang benar-benar berubah, hingga teknik bedah dan perawatan yang menurutnya sering disalahpahami. Dalam percakapan terbaru, ia menekankan batasan perawatan topikal dan penanganan yang realistis terhadap tanda-tanda penuaan.
Ia mengingatkan bahwa tujuan utama bukanlah menghentikan proses penuaan, melainkan membuat pilihan yang membuat seseorang merasa baik tentang dirinya sendiri. Untuk itu, memahami mekanisme penuaan adalah langkah pertama yang penting.
Perubahan struktural: masalah dimulai dari dalam
Dr. Truesdale menjelaskan bahwa perubahan penuaan banyak bermula pada level tulang dan struktur wajah. Seiring bertambah usia, beberapa perubahan yang ia soroti meliputi:
- pembesaran rongga mata,
- penyusutan tulang pipi,
- pengecilan tulang rahang,
- penurunan produksi kolagen yang tajam sekitar usia 40 tahun.
Menurutnya, serum dan latihan wajah tidak mampu memengaruhi struktur tulang, sehingga ekspektasi bahwa perawatan topikal dapat menghentikan penuaan perlu dikoreksi. Area kelopak dan sekitar mata biasanya menunjukkan tanda pertama penuaan: kerutan halus, sedikit kendur, dan hooding. Setelah itu perubahan tampak di sekitar mulut dan garis rahang. Ia juga menyebutkan bahwa perubahan hormon, terutama penurunan estrogen pada perimenopause dan menopause, kerap memicu lonjakan tanda-tanda penuaan yang terasa lebih drastis dibandingkan proses yang perlahan.
Perawatan populer: filler, operasi, dan peringatan soal solusi sementara
Dr. Truesdale berbicara tentang berbagai prosedur estetika dan memberi catatan penting. Ia menyatakan bahwa filler kadang-kadang bertahan jauh lebih lama daripada yang sering disebutkan industri—bahkan sampai 20 tahun—dan dalam pengamatannya filler dapat tampak pada pemeriksaan radiologi satu dekade setelah injeksi. Informasi ini menjadi pertimbangan penting bagi mereka yang merencanakan perawatan jangka panjang.
Di sisi lain, ia kurang mendukung beberapa metode non-bedah tertentu seperti benang pengencang rahang dan prosedur yang menggunakan kanula seperti “Bella”. Menurutnya, metode-metode tersebut bersifat sementara dan berpotensi menyulitkan intervensi di masa depan karena berfungsi lebih seperti plester daripada solusi permanen.
Dampak penurunan berat badan cepat dan obat-obatan GLP-1
Satu lagi isu yang diangkat adalah hubungan penurunan berat badan cepat—termasuk yang dipengaruhi obat GLP-1—dengan peningkatan kelonggaran kulit. Dr. Truesdale menjelaskan bahwa penurunan berat badan yang cepat seringkali membuat kulit tidak memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan diri, sehingga kelenturan kulit, khususnya di area leher, bisa memburuk. Ia menganjurkan pendekatan penurunan berat badan yang lambat dan bertahap jika menjaga tampilan wajah jangka panjang menjadi salah satu tujuan.
Secara keseluruhan, pesan utama Dr. Truesdale adalah pentingnya memahami pola penuaan dalam keluarga, menelaah apa yang sebenarnya terjadi pada wajah, dan membuat keputusan perawatan dengan informasi yang jelas. Kesadaran akan batasan setiap metode serta konsekuensi jangka panjang menjadi dasar untuk memilih langkah terbaik bagi masing-masing individu.
Penuaan adalah proses alami; menurut Dr. Truesdale, pendekatannya harus realistis dan personal, bukan didorong oleh harapan yang tidak tepat atau solusi instan.
