Hari Yoga Internasional menjadi momen penegasan nilai universal ketika Union Minister Shivraj Singh Chouhan menyatakan bahwa praktik yoga mencerminkan “Vasudhaiva Kutumbakam”. Pernyataan itu menempatkan yoga bukan sekadar latihan fisik, melainkan juga sebagai simbol keterikatan kemanusiaan yang lebih luas.
Pernyataan serupa datang dari PM Modi yang berada di Kolkata. Ia menyebut bahwa tema tahun ini, yaitu ‘Yoga for Healthy Ageing’, memiliki tujuan mendorong kesejahteraan sepanjang hayat dan tidak hanya ditujukan bagi warga lanjut usia. Kedua pernyataan itu menyoroti dimensi sosial dan kesehatan dari perayaan internasional ini.
Penekanan pada nilai kolektif
Pilihan kata oleh Shivraj Singh Chouhan dengan mengutip “Vasudhaiva Kutumbakam” menunjukkan upaya mengaitkan praktik yoga dengan gagasan kebersamaan dan tanggung jawab bersama. Dalam konteks peringatan internasional, pesan semacam ini menegaskan bahwa yoga dapat berfungsi sebagai medium yang menyatukan beragam kelompok sosial.
Meski pernyataan tersebut bersifat simbolis, pesan yang disampaikan membawa implikasi penting: merawat diri melalui praktik yoga dapat dilihat sebagai bagian dari kepedulian terhadap komunitas yang lebih luas, dan sebaliknya, kebersamaan komunitas dapat memperkuat kebiasaan hidup sehat individu.
Tema “Yoga for Healthy Ageing” dan cakupan yang lebih luas
PM Modi menyoroti tema ‘Yoga for Healthy Ageing’ dengan menegaskan bahwa tema itu “inspires lifelong wellness for all, not just senior citizens”. Perkataan itu menekankan bahwa fokus pada penuaan sehat tidak semata ditujukan pada kelompok usia tertentu, melainkan pada upaya menjaga kualitas hidup sepanjang rentang usia.
Pernyataan ini mengajak khalayak untuk melihat penuaan sehat sebagai proses berkelanjutan yang dimulai sejak dini dan dipertahankan melalui kebiasaan sehat, termasuk praktik-praktik seperti yoga. Pendekatan semacam ini mengubah wacana penuaan dari sekadar masalah usia menjadi isu kualitas hidup yang bersifat lintas generasi.
Makna publik dari perayaan bersama
Kombinasi pesan yang menekankan nilai universal dan kesehatan sepanjang hayat memperlihatkan dimensi ganda dari Hari Yoga Internasional: aspek spiritual atau filosofis yang menyatukan, serta aspek kesehatan yang menargetkan kesejahteraan individual dan kolektif. Dalam wacana publik, penekanan semacam ini berpotensi mendorong partisipasi yang lebih inklusif dan perhatian lebih besar terhadap pencegahan serta promosi kesehatan.
Walau peringatan ini sering ditandai oleh berbagai kegiatan, inti dari pesan yang disampaikan tokoh publik dalam momen tersebut tetap sama: yoga dipandang bukan hanya sebagai rangkaian gerakan, melainkan juga sarana untuk membina kesejahteraan yang melekat pada identitas sosial dan kemanusiaan.
Pernyataan Shivraj Singh Chouhan dan PM Modi pada Hari Yoga Internasional membuka ruang bagi pembicaraan lebih luas mengenai bagaimana praktik tradisional dapat ditempatkan dalam upaya modern untuk meningkatkan kualitas hidup. Pesan tentang kebersamaan dan kesehatan sepanjang hayat itu menjadi pengingat pentingnya melihat yoga sebagai elemen yang dapat menjembatani kesejahteraan pribadi dan kepedulian sosial.
